Bolehkah Bermain Undian Berhadiah Kupon Dan Lotere

Allah s.w.t. berfirman, “Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamr, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah adalah termasuk perbuatan setan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan.” (QS Al-Mâidah: 90).

Penduduk Jahiliyah di masa lalu biasa melakukan perjudian. Di antara bentuknya yang paling populer ketika itu adalah, sepuluh orang dari mereka memperebutkan satu ekor unta. Kemudian mereka melemparnya dengan batu, seperti halnya praktek undian. Bila telah dilaksanakan undian itu, tujuh orang dari mereka dibolehkan mengambil bagiannya yang tertentu, dengan kadar yang beragam menurut tradisi méreka sementara tiga orang lagi tidak mendapatkan apa-apa.

Adapun di zaman kita, perjudian sekarang amat beragam bentuknya, di antaranya:

  • Apa yang kita kenal dengan lotere. Lotere ini sendiri banvak bentuknya, yang paling sederhana adalah membeli nomor dan disertai dengan penarikan undian. Yang menang dalam undian ini akan diberi hadiah berdasarkan nomor urutnya; pertama, kedua, ketiga, dan seterusnya. Hadiahnya bisa berbeda-beda kadar dan jumlahnya. Praktek ini haram hukumnya walaupun mereka menyebutnya sebagai sumbangan dana sosial berhadiah.
  • Membeli sebuah barang yang didalamnya terdapat hadiah tertentu, atau mengumpulkan kupon pembelian saat membelinya yang kemudian diundi untuk mengetahui siapa pemenangnya.
  • Di antara bentuk perjudian lainnya di zaman kita adalah asuransi komersial terhadap jiwa, kendaraan, asuransi kebakaran, asuransi umum, dan bentuk lainnya, bahkan para penyanyi pun sekarang ini mulai membayar asuransi atas suara mereka.

Semua bentuk taruhan ini termasuk ke dalam bentuk judi. Di zaman kita sekarang ini terdapat tempat-tempat dan klub-klub khusus perjudian. Biasanya di tempat itu terdapat meja-meja yang populer dengan istilah ‘meja hijau’ yang diperuntukkan khusus demi melakukan dosa besar ini. Demikian juga halnya yang terjadi dengan praktek taruhan pada pertandingan sepak bola atau olah raga lainnya. Praktek seperti ini juga merupakan satu jenis perjudian. Ada juga fenomena yang terjadi di tempat-tempat mainan dan pusat rekreasi, biasanya di tempat seperti banyak terdapat barang mainan yang juga mengandung unsur judi, seperti yang dikenal dengan istilah Flipers. Dalam syariat Islam, perlombaan dan pertandingan dikelompokkan ke dalam tiga bentuk, yaitu:

Baca juga:  Hukum Mata uang Kertas Dan Jual-beli (Exchange)

Pertama, perlombaan yang bertujuan syar’i, hal ini dibolehkan dengan atau tanpa piala dan hadiah, seperti lomba balapan unta, pacuan kuda, memanah, dan membidik. Termasuk juga perlombaan di bidang keilmuan, seperti menghafal al-Qur’ an, menurut pendapat yang paling kuat.

Kedua, perlombaan yang pada dasarnya dibolehkan, seperti pertandingan sepak bola, balap lari, dan lomba lain yang jauh dari hal-hal yang diharanmkan. Lomba ini diharamkan apabila pelaksanaannya melanggar syariat, seperti meninggalkan shalat dan memperlihatkan aurat. Maka pertandingan seperti ini dibolehkan tanpa hadiah.

Ketiga: pertandingan yang pada asalnya sudah haram, seperti lomba menjadi ratu kecantikan dan tinju yang mengandung unsur pemukulan dan penganiayaan. Termasuk juga didalamnya sabung ayam dan sebagainya.

#Tag

bentuk lotre dan hukumnya, tinjauan hukum islam terhadap undian berhadiah, hukum undian berhadiah, hukum undian dan lotere dalam islam, hukum undian dan lotre, makalah undian dan lotere, hukum mendapat hadiah undian bank, apakah undian termasuk judi

Tinggalkan Balasan