Detik-detik Menjelang Wafat Nabi Muhammad SAW

Pada 8 atau 9 Safar tahun 11 Hijriah, hari Senin, Rasulullah saw. mengantar jenazah ke Permakaman Al Baqi’. Dalam perjalanan pulang, Rasulullah saw. merasakan sakit di kepalanya. Suhu tubuhnya naik. Bahkan, orang-orang dapat merasakan uap hangat dari atas serban beliau. Rasulullah saw. tetap memimpin shalat berjamaah selama 11 hari. Total sakit beliau 31 atau 41 hari.

Lima Hari sebelum Rasulullah saw. Wafat

Hari Rabu, lima hari sebelum wafat, suhu tubuh Rasulullah saw. naik hingga beliau pingsan. Rasulullah saw. berkata, “Siramkan tujuh geriba air kepadaku dari sumur-sumur agar aku dapat keluar menemui orang banyak dan menyampaikan sesuatu kepada mereka.”

Mereka mendudukkan Rasulullah saw. di atas kayu tempat mencuci. Mereka siramkan air ke tubuhnya hingga beliau sadar dan berkata, “Cukup, cukup.”

Setelah merasa ringan, beliau masuk ke dalam Masjid Nabawi, bertumpu pada bahu kedua sahabat beliau. Kepalanya dipakaikan serban seadanya. Beliau dudukd√≠ atas mimbar. Itu terakhir kali beliat duduk di atas mimbar. Rasululah saw. mengucapkan puji-pujian kepada Allah Swt. kemudian berkata, “Wahai manusia, kemarilah” Para sahabat mendekat kepada Rasulullah saw.

Beliau melanjutkan. “Alah melaknat Yahudi dan Nasrani. Mereka menjadikan kubur para nabi mereka sebagai masjid.

Dalam riwayat lain, disebutkan bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Allah murka terhadap Yahudi dan Nasrani karena mereka menjadikan kubur para nabi mereka sebagai masjid (tempat ibadah).”

Kemudian, beliau berkata, “Janganlah kamujadikan kuburku sebagai berhala yang disembah.”

Kemudian, Rasulullah saw. menawarkan dirinya untuk. dihukum balas (qishash) seraya berkata, “Siapa yang dulu pernah aku cambuk, ini pundakku. Silakan balas. Siapa yang dulu pernah aku caci maki, ini harga diriku. Silakan balas.”

Kemudian, Rasulullah saw. turun dari mimbar, melaksanakan shalat zhuhur. Kemudian, beliau duduk lagi di atas mimbar. Beliau kembali pada ucapannya yang pertama tentang permusuhan dan sebagainya. Seorang laki-laki berkata, “Sesungguhnya, saya punya tiga dirham pada dirimu.”

Baca juga:  Hukum Asuransi Halal Haram Menurut Pandangan Islam

Rasulullah saw. berkata, “Berikan kepadanya, wahai Fadhl

Tiga Hari Rasulullah saw. Menjelang Wafat

Jabir berkata, “Aku mendengar Rasulullah saw. bersabda, tiga hari menjelang wafatnya, ‘Ketahuilah, jangan ada yang mati di antara kamu kecuali husnuzan kepada Allah Swt

Dua Hari Rasulullah saw. Menjelang Wafat

Hari Sabtu atau Ahad, Rasulullah saw. merasa membaik. Beliau keluar kamar dengan dipapah dua orang sahabat. Beliau hendak melaksanakan shalat zhuhur. Saat itu, Abu Bakar sedang menjadi imam. Ketika melihat Rasulullah saw. datang, Abu Bakar berundur. Rasulullah saw. memberikan isyarat agar dia tidak mundur. Rasulullah saw. berkata, “Dudukkan aku di sampingnya.” Rasulullah saw. didudukkan di samping kiri Abu Bakar. Abu Bakar mengikuti shalat Rasulullah saw., memperdengarkan takbir kepada jamaah.

Sehari Menjelang Wafat Rasulullah saw.

Sehari menjelang wafatnya Rasulullah saw., hari Ahad, Rasulullah saw. membebaskan para hamba sahayanya. Beliau bersedekah enam atau tujuh dinar yang ada pada dirinya. Beliau memberikan senjata-senjatanya kepada kaum muslim. Malam harinya, Aisyah mengirim lampu kepada kaum perempuan seraya berkata, “Teteskan ke lampu kami sebagian dari minyak.” Baju besi Rasulullah saw. tergadai di tangan seorang Yahudi seharga 30 sha’gandum.

Hari Terakhir Rasulullah saw.

Anas bin Malik meriwayatkan, “Sesungguhnya, ketika kaum muslim melaksanakan shalat shubuh hari Senin, Abu Bakar memimpin shalat. Tidak ada yang membuat mereka terkejut. Hanya saja, Rasulullah saw. menyingkap tirai kamar Aisyah. Rasulullah saw. memandang kepada jamaah. Saat itu, mereka berada di saf-saf shalat. Rasululah saw. tersenyum dan tertawa. Abu Bakar mundur ke belakang untuk mengatur saf. Dia menyangka Rasulullah saw. akan keluar melaksanakan shalat bersama mereka.

Anas berkata, “Kaum muslim sangat ingin shalat bersama Rasulullah saw. Namun, Rasulullah saw. memberikan isyarat kepada mereka agar melaksanakan shalat. Rasulullah saw. masuk ke kamar dan menutup tirai. Setelah itu, tidak ada lagi waktu shalat yang datang kepada Rasulullah saw.”

Baca juga:  Hukum Mata uang Kertas Dan Jual-beli (Exchange)

Ketika matahari menyingsing pada waktu dhuha, Rasulullah saw. memanggil Fathimah. Beliau berbisik. Fathimah pun menangis. Kemudian, beliau berbisik sekali lagi. Fathimah tertawa. Aisyah berkata, “Kami bertanya tentang itu setelah itu. Fathimah menjawab, ‘Rasulullah saw. berbisik kepadaku bahwa beliau akan meninggal dunia dalam sakitnya tersebut maka aku pun menangis. Kemudian, Rasulullah saw. berbisik, memberitahukan kepadaku bahwa aku orang pertama yang akan menyusulnya maka aku pun tertawa.”

Rasulullah saw. memberitahukan bahwa Fathimah adalah pemimpin perempuan penghuni surga. Fathimah melihat kesulitan yang dirasakan Rasulullah saw.

Fathimah berkata, “Oh, alangkah sakitnya Ayah.”

Rasulullah saw. menjawab, “Tidak ada lagi sakit yang akan diderita ayahmu setelah ini.”

Rasulullah saw. memanggil Hasan dan Husain. Rasulullah saw. mencium mereka, menyampaikan pesan kebaikan kepada mereka. Kemudian, Rasulullah saw. mendoakan istri-istrinya, menasihati mereka, dan mengingatkan mereka.

Rasa sakit yang dirasakan Rasulullah saw. semakin bertambah kuat. Terlihat bekas racun yang termakan di Khaibar. Rasulullah saw. berkata, “Wahai Aisyah, aku masih merasakan bekas racun yang termakandi Khaibar. Aku merasakan urat-urat nadiku terputus disebabkan racun itu.”

Diletakkan kain penutup di wajah Rasulullah saw. Ketika tersadar, beliau membukanya, menyingkapkannya dari wajahnya. Rasulullah saw. berucap, “Allah melaknat Yahudi dan Nasrani. Mereka menjadikan kubur para nabi mereka sebagai tempat ibadah.”

Rasulullah saw. memperingatkan perbuatan mereka. Rasulullah saw. berkata, “Tidak akan ada dua agama di tanah Arab.”Rasulullah saw. berpesan, Jaga) shalat, shalat. (Perlakukan baik) hamba sahaya kamu.” Rasulullah saw. mengulang-ulang kalimat tersebut

Saat Rasulullah saw. Sakratulmaut

Rasulullah saw. mulai sakratulmaut. Aisyah mendekatkan tubuh Rasulullah saw. kepadanya. Aisyah berkata, “Di antara nikmat-nikmat Allah Swt. kepadaku, Rasulullah saw. wafat di rumahku pada hari giliranku, berada di pangkuanku. Allah Swt. satukan antara air liurku dan air liurnya ketika beliau meninggal dunia (ujung siwak digigit Aisyah, digunakan Rasulullah saw.). Abdurrahman bin Abi Bakar masuk membawa siwak. Saat itu, aku (Aisyah) memangku tubuh Rasulullah saw.

Baca juga:  Bolehkah Orang Tua Mengambil Harta Anaknya

Aku lihat Rasulullah saw. memandang ke arah siwak. Aku tahu bahwa Rasulullah saw. menyukai siwak. Aku katakan, ‘Aku ambilkan untuk Rasulullah?” Rasulullah saw. memberikan isyarat dengan kepalanya. Aku mengambil siwak itu. Aku katakan, ‘Aku lunakkan (ujungnya)?’ Rasulullah saw. memberikan isyaratanggukan dengan kepalanya. Lalu, akumelembutkan ujung siwak kemudian meletakkannya ke mulut Rasulullah saw.” Dalam riwayat lain, disebutkan bahwa Rasulullah saw. bersiwak seperti biasanya dengan sebaik-baik cara bersiwak.

Di depan Rasulullah saw. ada bejana berisi air. Rasulullah saw. memasukkan kedua tangannya ke dalam air itu dan mengusapkannya ke wajahnya seraya berkata, “Lailahaillallah. Sesungguhnya, kematian itu ada sakratulmaut. ”

Belum lagi selesai dari bersiwak, Rasulullah saw. mengangkat tangannya atau telunjuknya. Matanya menatap atap. Bibirnya bergerak. Aisyah memperhatikan. Rasulullah saw. berkata, “Bersama dengan orang-orang yang telah Engkau berikan kepada mereka kenikmatan: para nabi, shiddiqin, orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang saleh, Ya Alah, ampunilah aku, rahmati aku, sertakan aku bersama dengan mereka. Ya Allah, bersama dengan mereka.”

Rasulullah saw. mengulangi kalimat terakhir sebanyak tiga kali. Kemudian, tangannya pun turun. Rasulullah saw. telah bersama dengan mereka. Sesungguhnya, kita datang dan akan kembali kepada Allah Swt.

Peristiwa ini terjadi ketika waktu dhuha sudah memanas. Hari Senin, 12 Rabiul Awal tahun 11 Hijriah. Usia Rasulullah saw. saat itu 63 tahun lebih empat hari.

#Tag

kisah haru detik-detik wafatnya nabi muhammad saw, 3 wasiat rasulullah sebelum wafat, pesan rasulullah sebelum wafat, nabi tidak, dapat mengimami shalat hari menjelang wafatnya, download video kisah sedih detik detik wafatnya nabi muhammad saw, wafatnya, nabi muhammad saw wikipedia, 3 pesan rasulullah sebelum wafat, puisi detik-detik wafatnya rasulullah

Tinggalkan Balasan