Hukum Menghianati Amanat barang Titipan Gadaian Dan sewaan

Imam Muslim dan lainnya meriwayatkan bahwa Rasulullah s.a.w bersabda, “Siapa di antara kalian yang kami pekerjakan untuk menjabat satu pekerjaan tertentu, lalu ia menyembunyikan sebesar jarum atau lebih sesuatu dari kami maka berarti ia telah berkhianat dan pada Hari Kiamat ia akan dipertanggungjawabkan.” Kemudian seorang Anshar bangkit dan berkata, “Wahai Rasulullah, aku akan menerima pekerjaanmu itu.” Rasulullah s.a.w. lantas bertanya, “Ada apa denganmu?” Kemudian ia menjawab, “Aku mendengarmu bersabda begini dan begitu..!” Lalu Rasulullah s.a.w. bersabda, “Sekarang aku akan mengucapkannya sekali lagi, siapa yang kami angkat menjadi pejabat maka hendaknya ia menunaikan sedikit atau banyak tugas itu, apa yang diperintahkan kepadanya hendaknya ia kerjakan dan apa yang dilarang untuknya, hendaknya ia menjauhinya.”

Diriwayatkan bahwa Rasulullah s.a.w. berkata kepada Sa’ad ibn Ubadah r.a., “Wahai Abu Walid, bertakwalah kepada Allah, kau tidak akan menjumpai Hari Kiamat dengan memikul seekor unta yang bersuara, sapi yang melenguh, dan kambing yang mengembik”.

Sa’ad berkata, “Wahai Rasulullah, apakah hal itu memang demikian?”

Beliau menjawab, “Ya, demi Zat yang jiwaku berada di tangan-Nya.”

Kemudian Sa’ad berkata, “Demi Zat yang mengutusmu dengan kebenaran, aku tidak akan menjabat apa pun untukmu selamanya.”

Ahmad meriwayatkan sabda Rasulullah s.a.w., “Akan ditaklukkan untuk kalian timur dan barat dunia, semua pejabatnya ada dalam neraka, kecuali orang yang bertakwa kepada Allah dan melaksanakan amanat.” Abu Ya’la dan al-Bazzar meriwayatkan sabda Rasulullah S.a.w. Aku akan menuntun kalian menjauh dari neraka, maka mari menjauh dari neraka, menjauhlah dari neraka, kemudian aku mengajak kalian menuju ke telaga, lantas kalian pun serempak atau sendiri-sendiri menyambutku. Aku pun tahu dan mengenali kalian dari wajah dan nama kalian, seperti dikenalnya kaki yang aneh pada seekor unta. Kalian kemudian dibawa ke kiri, dan aku menyeru Tuhan semesta alam di tengah kalian, “Wahai Tuhan kaumku, Tuhan umatku!”

Kemudian Allah menjawab, “Wahai Muhammad, engkau tak tahu apa yang terjadi setelahmu, mereka berjalan dengan mundur, dan aku tidak akan melihat salah seorang dari kalian pada Hari Kiamat membawa domba yang mengembik dan menyeru, “Wahai Muhammad, wahai Muhammad’.”

Kemudian aku (Rasulullah) berkata, “Aku tidak lebih berhak dari Allah atas sesuatu yang telah kusanmpaikan padamu dan aku tidak melihat salah seorang dari kalian pada Hari Kiamnat membawa unta yang mengaum dan menyeru, ‘Muhammad, Muhanmmad’.” Aku kemudian kembali berkata, “Aku tidak lebih berhak dari Allah atas sesuatu yang telah kusampaikan padamu, dan aku tidak mengenali salah seorang dari kalian pada Hari Kiamat membawa kuda yang meringkik dan menyeru, Muhammad, Muhammad!'”

Kemudian aku berkata, “Aku tidak lebih berhak dari Allah atas apa yang telah kusampaikan padamu, dan aku tidak mengenali seseorang dari kalian pada Hari Kiamat yang membawa kantung air dari kulit yang menyeru, ‘Muhammad, Muhammad’.” Aku lalu berkata, “Aku tidak lebih berhak dari Allah atas apa yang telah kusampaikan padamu‘.

Baca juga:  Bolehkah Bermain Undian Berhadiah Kupon Dan Lotere

Seorang wakil harus bekerja sebaik mungkin untuk maslahat orang yang mengangkatnya, bukan untuk maslahat pribadinya. Orang yang diberikan amanat harus melaksanakan amanat itu untuk pemiliknya. Dan bagi orang yang diangkat menjadi petugas pengumpul zakat, harus mendistribusikannya kepada fakir miskin. la tidak boleh mengambil sendiri harta zakat itu.

Allah s.w.t. berfirman,

Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya.” (QS. An-Nisâ: 58).

Ayat di atas turun menerangkan tentang kondisi Utsman ibn Thalhah. Ketika itu, Ali telah mengambil kunci Ka’bah dari tangan Utsman di hari pembebasan Mekah. Akan tetapi kemudian kunci itu dikembalikan oleh Nabi s.a.w. kepada Utsman ibn Thalhah. Dan ketika Utsman meninggal, ia menyerahkan kunci tersebut kepada adiknya, Syaibah. la berpesan, “Ambillah ini, dan tak akan ada yang merampasnya kecuali orang yang zalim.”

Ada yang berpendapat bahwa maksud ‘amanat’ dalam ayat tersebut adalah semua jenis amanat. Setiap orang harus menjaga amanat yang dibebankan Allah s.w.t. kepadanya. Ibnu Abbas r.a. berkata, “Amanat adalah pekerjaan yang dibebankan Allah s.w.t. kepada hamba-Nya.” Sementara yang lainnya berkata, “Berkhianat kepada Allah s.w.t. dan Rasul-Nya adalah dengan bermaksiat kepada keduanya.”

Imam Muslim dan lainnya meriwayatkan dari Hudzaifah r.a. bahwa ia berkata, “Rasulullah s.a.w. menceritakan kepada kami bahwa amanat itu turun di lubuk hati setiap orang, kemudian al-Qur’ an turun, sehingga mereka pun bisa mengetahui dan mengenal al-Qur’an serta mengetahui sunnah.

Kemudian beliau juga menceritakan kepada kami tentang pengangkatan amanat, beliau bersabda, ‘Seorang laki-laki tidur, kemudian amanat itu diambil dari hatinya. Akan tetapi di hatinya masih terlihat sedikit bekasnya, kemudian seorang laki-laki tidur dan amanatnya diangkat dari hatinya sehingga bekasnya tetap ada seperti gelembung bengkak, seperti halnya batu yang dilemparkan di kakimu, kemudian kaki itu membengkak sehingga kau lihat ia agak menggembung‘.” (HR. Muslim)

Baca juga:  Hukum Mata uang Kertas Dan Jual-beli (Exchange)

Selain itu, Bukhari dan Muslim meriwayatkan sabda Rasulullah s.a.w. yang berbunyi, “Tanda-tanda seorang munafik itu ada tiga: jika berbicara ia berdusta, jika berjanji ia melanggarnya, dan jika ia diberi amanat ia berkhianat.”

Muslim menambahkan, “Meskipun ia tetap melaksanakan puasa dan shalat serta menganggap dirinya Muslim.”

Tak ada iman bagi siapa yang tak menjaga amanat, dan tak ada agama bagi yang tak menjaga janji, hati-hatilah agar amanat tidak menjadi sumber kekayaan dan zakat tidak menjadi sumber utang. Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kelaparan, karena itu adalah tempat tidur yang paling buruk. Dan aku berlindung kepadamu dari khianat, karena itu adalah sifat diri yang paling buruk.

#Tag

bagaimana hukum mengkhianati amanah, dalil tentang balasan bagi orang yang berkhianat, hukum bagi seseorang yang tidak, menyampaikan amanah adalah, orang yang tidak amanat disebut, apabila seseorang melanggar amanah, orang yang tidak, melaksanakan amanat disebut, tidak amanah artinya, nasehat untuk orang yang tidak amanah

Tinggalkan Balasan